Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.
Minggu, 18 Oktober 2009
Karena Wanita Ingin Dimengerti
Pernah-pernik kisah kehidupan berumah tangga kadang membuat saya sedih, tapi banyak juga yang membuat saja tersenyum ketika membaca atau mendengarnya. Seperti Ibu saya. Pernah suatu ketika ayah saya sedikit marah kepada Ibu saya. Ibu saya tak mau berkomentar atau membalas dengan kemarahan serupa. Hanya saja, langsung masuk ke kamar dan menangis sejadinya. Kalau sudah begitu, ayah saya luluh juga, kemudian minta maaf karena mungkin telah berlaku kasar atau marah yang kadang hanya karena persoalan sepele saja. Untuk mereka berdua, salam cinta, semoga dirumah baik-baik saja
Ada cerita dari dosen dan juga “guru mengaji “ saya. Suatu ketika istrinya bepergian untuk urusan tertentu dan sang suaminya belum berkesempatan menemani karena alasan kesibukan. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Dalam kondisi seperti itu, istrinya ingin sekali mendapatkan hiburan dari suaminya. Yah, sebuah SMS menanyakan kabarnya cukuplah. Tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya. Dan tentu saja, istrinya bete. “Suamiku tega sekali, nggak khawatir apa dengan diriku” begitu kira-kira.
Setelah urusan selesai, pulanglah sang istri ke rumah. Mengucapkan salam lantas masuk kerumahnya. Apa yang terjadi, ternyata suaminya biasa saja. Tak mengekspresikan rasa kangennya kepada istrinya. Dan bagi istrinya, ibarat sebuah pertandingan, itu merupakan pukulan telak, kecewa..kecewa. Awalnya suaminya cuek saja. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa sikapnya kurang benar. Ya, setidaknya membukakan pintu dan tersenyum sambil basa-basi menanyakan apakah perjalanannya baik-baik saja itu cukup. Tapi sayang, hal itu tak dilakukannya. Dia baru sadar ketika melihat gelagat istrinya yang lagi benar-benar BT alias butuh tatih tayang….
Ada juga kisah imajinatif yang inspiratif….tentang ayam dan bebek.
Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek”
“Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya
“bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya.
“nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras.
“istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kuek..kuek..kuek, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan.
“Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya
“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal
seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata.
“Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya.
Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata.
“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek..
Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu
Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin
Ada cerita dari dosen dan juga “guru mengaji “ saya. Suatu ketika istrinya bepergian untuk urusan tertentu dan sang suaminya belum berkesempatan menemani karena alasan kesibukan. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Dalam kondisi seperti itu, istrinya ingin sekali mendapatkan hiburan dari suaminya. Yah, sebuah SMS menanyakan kabarnya cukuplah. Tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya. Dan tentu saja, istrinya bete. “Suamiku tega sekali, nggak khawatir apa dengan diriku” begitu kira-kira.
Setelah urusan selesai, pulanglah sang istri ke rumah. Mengucapkan salam lantas masuk kerumahnya. Apa yang terjadi, ternyata suaminya biasa saja. Tak mengekspresikan rasa kangennya kepada istrinya. Dan bagi istrinya, ibarat sebuah pertandingan, itu merupakan pukulan telak, kecewa..kecewa. Awalnya suaminya cuek saja. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa sikapnya kurang benar. Ya, setidaknya membukakan pintu dan tersenyum sambil basa-basi menanyakan apakah perjalanannya baik-baik saja itu cukup. Tapi sayang, hal itu tak dilakukannya. Dia baru sadar ketika melihat gelagat istrinya yang lagi benar-benar BT alias butuh tatih tayang….
Ada juga kisah imajinatif yang inspiratif….tentang ayam dan bebek.
Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek”
“Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya
“bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya.
“nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras.
“istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kuek..kuek..kuek, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan.
“Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya
“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal
seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata.
“Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya.
Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata.
“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek..
Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu
Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin
Sabtu, 17 Oktober 2009
Bagaimana Mengenal Alloh swt?
Jauh dari lubuk hati yang terdalam, sebenarnya udah merupakan firah dari setiap hambaNya, tanpa perlu berpikir atau belajar, bahwasanya pasti ada yang menciptakan kita. Bohong kalau enggak. Kita nggak bakalan mungkin ada dengan sendirinya, pasti ada yang menciptakan.
Nggak mungkin kan kita menciptakan diri sendiri or terjadi secara kebetulan aja. Sekalipun itu Fir’aun yang ngaku2 sebagai Tuhan, orang2 musyrik atau komunis sekalipun. Mereka tuh sombong aja. Tapi dalam hatinya pasti takut juga loh.
Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab “Kepunyaan Alloh.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Alloh.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS. Almu’minun: 86-89)
Hanya karena ada yang mempengaruhi, menipu, dan memalingkan, maka terpaling dan terpelantinglah mereka, sadar or not, direct or indirect. Siapa yang memalingkan? Siapa lagi kalo bukan bisikan dan rayuan maut iblis ce-es yang nggak baklan pernah rela sebelum mencari kawan sebanyak-banyaknya untuk mendampingi di neraka Alloh kelak. Apalagi kalo iman kita nggak kuat, benteng pertahanan nggak tinggi, nafsu yang mudah sekali digoyah walaupun dengan sedikit bujukan dan rayuan gombal.
Dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sudah sangat jelas sejelas-jelasnya. Banyak ynag menguraikan tentang penciptaan langit dan bumi. Atau lihat aja langsung, bisakah matahari, bulan, bumi, bintang gemntang ada dengan sendirinya dan berada di posisinya tanpa saling bertubrukan? Tidak adakah yang mengatur pergantian siang dan malam?
Jawabannya NGGAK MUNGKIN.
Pasti ada yang menciptakan. Siapa? Siapa lagi kalo bukan Alloh subhanahu wata’ala, Rabb semesta alam.
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Alloh yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perinta-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Alloh, Maha Suci Alloh, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-a’raf:63)
Orang- orang yang menggunakan akalnya tentu nyadar dong.
“Sesungguhnya dalam pencipotaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda- tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (ali Imran: 190-191)
Selain itu, ketika kita berdoa, siapa coba yang mengabulkan doa kita? Apakah hanya sebatas usaha manusia aja? Nggak mungkinlah. Trus ketika ada mukjizat para nabi dan rasul, emangnya ada begitu aja? Nggak mungkinlah. Itu semua dianugerahkan Alloh. Semua itu hanyalah salah satu bukti dibandingkan berjuta, bermilyaran, bertriliun-triliun kekuasaan Alloh memenuhi alam semesta ini. Angka matematika pun nggak sanggup untuk menghitungnya. Akal kita nggak bakalan pernah sanggup untuk menjangkaunya. Mata yang punya keterbatasan untuk melihat dan telinga yang punya keterbatasan untuk mendengar.
Nggak mungkin kan kita menciptakan diri sendiri or terjadi secara kebetulan aja. Sekalipun itu Fir’aun yang ngaku2 sebagai Tuhan, orang2 musyrik atau komunis sekalipun. Mereka tuh sombong aja. Tapi dalam hatinya pasti takut juga loh.
Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab “Kepunyaan Alloh.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Alloh.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS. Almu’minun: 86-89)
Hanya karena ada yang mempengaruhi, menipu, dan memalingkan, maka terpaling dan terpelantinglah mereka, sadar or not, direct or indirect. Siapa yang memalingkan? Siapa lagi kalo bukan bisikan dan rayuan maut iblis ce-es yang nggak baklan pernah rela sebelum mencari kawan sebanyak-banyaknya untuk mendampingi di neraka Alloh kelak. Apalagi kalo iman kita nggak kuat, benteng pertahanan nggak tinggi, nafsu yang mudah sekali digoyah walaupun dengan sedikit bujukan dan rayuan gombal.
Dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sudah sangat jelas sejelas-jelasnya. Banyak ynag menguraikan tentang penciptaan langit dan bumi. Atau lihat aja langsung, bisakah matahari, bulan, bumi, bintang gemntang ada dengan sendirinya dan berada di posisinya tanpa saling bertubrukan? Tidak adakah yang mengatur pergantian siang dan malam?
Jawabannya NGGAK MUNGKIN.
Pasti ada yang menciptakan. Siapa? Siapa lagi kalo bukan Alloh subhanahu wata’ala, Rabb semesta alam.
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Alloh yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perinta-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Alloh, Maha Suci Alloh, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-a’raf:63)
Orang- orang yang menggunakan akalnya tentu nyadar dong.
“Sesungguhnya dalam pencipotaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda- tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (ali Imran: 190-191)
Selain itu, ketika kita berdoa, siapa coba yang mengabulkan doa kita? Apakah hanya sebatas usaha manusia aja? Nggak mungkinlah. Trus ketika ada mukjizat para nabi dan rasul, emangnya ada begitu aja? Nggak mungkinlah. Itu semua dianugerahkan Alloh. Semua itu hanyalah salah satu bukti dibandingkan berjuta, bermilyaran, bertriliun-triliun kekuasaan Alloh memenuhi alam semesta ini. Angka matematika pun nggak sanggup untuk menghitungnya. Akal kita nggak bakalan pernah sanggup untuk menjangkaunya. Mata yang punya keterbatasan untuk melihat dan telinga yang punya keterbatasan untuk mendengar.
Langganan:
Postingan (Atom)